DIGILIB UTP SURAKARTA
PERPUSTAKAAN UTP SURAKARTA >> JL. WALANDA MARAMIS NO.31 CENGKLIK SKA 853959
Select Language
Pencarian Sederhana

Pencarian Spesifik
Judul :
Pengarang :
  • SEARCHING...

Subyek/Subjek :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Tipe Koleksi : Lokasi :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

Award

The Winner in the Category of OSS Indonesia ICT Award 2009

Validated

Valid XHTML 1.0 Transitional
Valid CSS

Judul PROSEDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Edisi
No. Panggil PRO 005 PER 17
ISBN/ISSN
Pengarang Ajun Febriandi ( 1-22)
Yulia Novita Sari1& Kusumawati2 (23-34)
Ruly Ningsih, A. Maulani Habibi (35-44)
Vera Tri Handayani (45-56)
1Nur Ahmad Muharram, M.Or, 2Septyaning Lusianti, M.Pd (57-69)
M. Muhammad Triyono, Prof. Dr. Sugiyanto, Prof. Dr. dr. Moehsin Doewes, M.AIFO (70-86)
Eny Kusumawati (87-95)
Helmuth Y. Bunu ( 96-114)
SUCI PRASASTI ( 115-126)
Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo1 & Mokhammad Firdaus2 (127- 134)
M. Anis Zawawi1, Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo2, Pongky Widya3 (135- 144)
Puspodari, M.Pd & Rendhitya Prima Putra, M.Pd (144-153)
Slamet Santoso, M.Pd & Arif Rohman Hakim, S.Or,.M.Pd (153-162)
Ardyansyah Arief Budi Utomo & Titin Kuntum Mandalawati (163-170)
Drs. Dwi Gunadi, M.Or (171-180) Ardyansyah Arief Budi Utomo & Titin Kuntum Mandalawati (163-170)
Pratama Dharmika Nugraha & Ghon Lisdiantoro (181-187)
Ghon Lisdiantoro & Pratama Dharmika Nugraha (188-194)
Kodrad Budiyono, M.Or (195-207)
Rika Yuni Ambarsari1 & Ninda Beny Asfuri2 (208-216)
Karlina Dwijayanti 1 & Rika Yuni Ambarsari 2 (217-224)
Subyek/Subjek BIMBINGAN KONSELING
PROSEDING
SEMINAR BK
Klasifikasi PRO 372.05 FEB 2017
Judul Seri PERAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU INDONESIA EMAS 2045
GMD CD-ROM
Bahasa Indonesia
Penerbit FKIP BK UTP SKA
Tahun Terbit 2017
Tempat Terbit Universitas Tunas Pembangunan
Kolasi 224 HLM.;30 CM
Catatan Ajun Febriandi
Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret
Ajunrobben88@gmail.com

Abstrak
Latar belakang penelitian adalah latihan teknik menggiring dan menembak pada saat latihan kurang bervariasi, dan masih rendahnya tingkat penguasaan teknik menggiring dan menembak pada atlet tingkat intermedietdi kota Sragen. Tujuan penelitian adalah melaksanakan dan mengetahui hasil analisis kebutuhan lapangan, dan melaksanakan dan mengetahuiuji efektivitas produk model latihan menggiring dan menembak dalam futsal pada atlet tingkat intermedietdi kota Sragen.
Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian dan pengembangan Research and Development yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, peneliti mengadaptasi prosedur penelitian menjadi tiga tahap yaitu : tahap 1 pendahuluan, tahap 2 uji coba produk, tahap 3 uji efektivitas produk.
Hasil yang pertama pendahuluan adalah analisis ebutuhan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Pengembangan produk penyajiannya yaitu : bab I Pendahuluan, bab II Latihan untuk menggiring dan menembak, bab III model latihan menggiring dan menembak dan bab IV progam latihan. Tahap kedua adalah uji coba produk. Uji coba yang pertama adalah uji coba ahli dengan menggunakan tiga ahli futsal dengan 18 butir dpertanyaan dengan hasil 80% dan dapat diintepretasikan bahwa rancangan produk bisa diuji cobakan pada tahap selanjutnya. Uji coba kelompok kecil dengan subjek 24 menggunakan instrument angket dengan jumlah pertanyaan 12. Hasil uji kelompok kecil adalah 72.70%. uji coba kelompok besar dengan 48 subjek dengan hasil 84.79%. tahap yang ketiga adalah uji efektivitas produk dengan membandingkan dua kelompok, satu kelompok diberi perlakuan produk pengembangan dan kelompok lain diberi perlakuan secara konvensional dengan menggunakan pre test dan post test desain. Nilai beda untuk masing-masing kelompok berdasarkan tes adalah: Jumlah nilai beda tes 1 kelompok eksperimen 69.33, kelompok kontrol 68,51. Nilai beda tes 2 kelompok eksperimen 100, kelompok kontrol 73. Jumlah nilai beda tes 3 kelompok eksperimen 55, kelompok kontrol 35. Jumlah nilai beda tes 4 kelompok eksperimen 58, kelompok kontrol 35. Sebagai simpulan akhir dinyatakan bahwa produk terbukti efektif mrningkatkan kemampuan menggiring dan menembak atlet futsal tingkat intermedietdi kota Sragen.

Ruly Ningsih, A. Maulani Habibi
E-mail: ruly.ningsih2016@student.uny.ac.id, 01maulanihabibi@gmail.com
Guidance and Counseling, Graduate Student
Yogyakarta State University, Indonesia

Abstract

This article aims to explain the empowerment of the community through the strengthening of functions within the family. Communities are said to be empowered when they are self-sufficient psychologically (independently). Strengthening family functions is done with family counseling. The method used in this research is literature study. Researchers use books and internet sources. The results showed that family condition contribute to the psychological condition of youth. Psychological conditions relate to mental health behaviors such as drug use, and others.
Vera Tri Handayani
varazhen@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) gambaran latar belakang sosiologis pengarang novel Ayah, 2) gambaran sosiologis masyarakat yang tercermin dalam novel, 3) tanggapan pembaca terhadap novel, 4) nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel, 5) relevansi novel dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menganalisis data dokumen berupa novel Ayah karya Andrea Hirata sebagai objek penelitiannya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan kajian sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan analisis dokumen. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori dan sumber data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis model interaktif.
Hasil penelitian ini meliputi: Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut : pertama, gambaran sosial budaya yang terkandung dalam novel Ayah. Kehidupan di Belitung yang sangat dekat dengan kesederhanaan, dengan kuli-kuli timah, dengan laut dan pelabuhan, dengan interaksi masyarakat dari berbagai etnis di Belitung hal inilah yang menginspirasi Andrea Hirata dalam menulis novelnya yang berjudul”Ayah.” Kedua , reseptor memberikan komentar berkaitan dengan amanat dari Novel Ayah, yaitu kasih sayang yang sangat tulus dari seorang ayah kepada anaknya, dan anak kepada ayahnya.Ketiga, kehidupan sosial budaya masyarakat Belitung novel Ayah dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu : sistem religi, sistem organisasi kemasyarakatan sistem pengetahuan sistem kesenian, sistem mata pencaharian, sistem peralatan hidup, dan budaya. Ketiga, dari hasil penelitian novel Ayah didapatkan beberapa nilai pendidikan karakter diantaranya, kerja keras, kreatif, bersahabat dan komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Keempat, nilai pendidikan karakter dalam novel Ayah, mempunyai relevansi dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMK
1Nur Ahmad Muharram, M.Or, 2Septyaning Lusianti, M.Pd
(Dosen UN PGRI Kediri)

ABSTRAK
Latihan dan pembelajaran bagi anak tunarungu membutuhkan pendekatan serta metode yang tepat, sesuai dengan kebutuhan masing- masing anak. Aktivitas fisik dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kemampuan motorik kasar anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik kasar anak tunarungu di SLB B Kota Kediri. Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi guru dan orangtua murid dalam proses perkembangan gerak anak.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei dengan teknik tes. Populasi penelitian ini adalah siswa SLB B Kota Kediri yang berjumlah 30 siswa. Sample diambil secara Purposive Sample sebanyak 15 anak. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tes, tes untuk kemampuan motorik kasar terdiri atas tes berjalan di atas garis lurus sejauh 5 meter, tes lari menghindari 5 buah rintangan sejauh 15 meter, tes berdiri di atas satu kaki selama 10 detik, tes melompat dari atas balok setinggi 15 cm, tes meloncat dari atas balok setinggi 15 cm. Pada saat ujicoba data didapatkan validitas tes motorik kasar anak tunarungu sedang adalah 0,779 dan untuk reliabilitasnya adalah
0,888.
Dari tes motorik kasar anak tunarungu sedang usia 4-6 tahun didapatkan hasil yaitu, kemampuan motorik kasar anak tunarungu sedang dengan kategori baik (B) sebanyak 14 anak (93,30%), kategori cukup (C) sebanyak 1 anak (6,7%), dan kategori kurang (K) tidak ada (0%). Dari sini peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan motorik kasar anak tunarungu sedang usia 4-6 tahun di SLB B Kota Kediri, masuk dalam kategori baik.
M. Muhammad Triyono, Prof. Dr. Sugiyanto, Prof. Dr. dr. Moehsin Doewes, M.AIFO
Magister Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana UNS
atikmuftia@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah (1), utuk mengetahui seberapa berartinya sumbangan faktor kondisi fisik ( kekuatan otot tungkai, kecepatan lari dan kordinasi mata kaki) terhadap lompat jauh gaya jongkok. (2), untuk mengetahui seberapa berartinya sumbangan faktor fisik (panjang tungkai dan panjang telapak kaki) terhadap lompat jauh gaya jongkok, (3) untuk mengetahui sumbangan variabel bebas secara bersama-sama terhadap lompat jauh gaya jongkok. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan kuantitatif deskritif kolerasioal denganrancangan analisis regresi. Sampel yang digunakan adalah Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNS tahun 2016 yang mengikuti kuliah Atletik berjumlah 40 orang. Data diperoleh dengan cara tes dan pengukuran kemudian pengolahan data dilakukan dengan software SPSS Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) panjang tungkai memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (1,716) > ttabel (1,684). (2) kekuatan otot tungkai memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (2,232) > ttabel (1,684). (3) kecepatan lari memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (1,775) > ttabel (1,684). (4) panjang telapak kaki memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (2,375) > ttabel (1,684). (5) koordinasi mata kaki memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (2,241) > ttabel (1,684). (6) panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, kecepatan lari, panjang telapak kaki dan koordinasi mata kaki, secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan Fhitung (7,592) > Ftabel (2,606). Pada penelitian ini disimpulkan bahwa variabel panjang tungkai memberikan kontribusi sebesar 6,8 %, variabel kekuatan otot tungkai memberikan kontribusi sebesar 13,8%, variabel kecepatan lari memberikan kontribsi sebesar 13,3 %, variabel panjang telapak kaki memberikan kontribusi sebesar 7,9%, variabel koordinasi mata kaki memberikan kontribsi sebesar 11,2% sedangkan seluruh variabel memberikan kontribusi sebesar 52,8% terhadap lompat jauh gaya jongkok.
M. Muhammad Triyono, Prof. Dr. Sugiyanto, Prof. Dr. dr. Moehsin Doewes, M.AIFO
Magister Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana UNS
atikmuftia@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah (1), utuk mengetahui seberapa berartinya sumbangan faktor kondisi fisik ( kekuatan otot tungkai, kecepatan lari dan kordinasi mata kaki) terhadap lompat jauh gaya jongkok. (2), untuk mengetahui seberapa berartinya sumbangan faktor fisik (panjang tungkai dan panjang telapak kaki) terhadap lompat jauh gaya jongkok, (3) untuk mengetahui sumbangan variabel bebas secara bersama-sama terhadap lompat jauh gaya jongkok. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan kuantitatif deskritif kolerasioal denganrancangan analisis regresi. Sampel yang digunakan adalah Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga UNS tahun 2016 yang mengikuti kuliah Atletik berjumlah 40 orang. Data diperoleh dengan cara tes dan pengukuran kemudian pengolahan data dilakukan dengan software SPSS Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) panjang tungkai memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (1,716) > ttabel (1,684). (2) kekuatan otot tungkai memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (2,232) > ttabel (1,684). (3) kecepatan lari memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (1,775) > ttabel (1,684). (4) panjang telapak kaki memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (2,375) > ttabel (1,684). (5) koordinasi mata kaki memberikan sumbangan yang signifikan terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan thitung (2,241) > ttabel (1,684). (6) panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, kecepatan lari, panjang telapak kaki dan koordinasi mata kaki, secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok dengan Fhitung (7,592) > Ftabel (2,606). Pada penelitian ini disimpulkan bahwa variabel panjang tungkai memberikan kontribusi sebesar 6,8 %, variabel kekuatan otot tungkai memberikan kontribusi sebesar 13,8%, variabel kecepatan lari memberikan kontribsi sebesar 13,3 %, variabel panjang telapak kaki memberikan kontribusi sebesar 7,9%, variabel koordinasi mata kaki memberikan kontribsi sebesar 11,2% sedangkan seluruh variabel memberikan kontribusi sebesar 52,8% terhadap lompat jauh gaya jongkok.
Helmuth Y. Bunu
hyb047@yahoo.com.id
Guru Besar Prodi BK Universitas Palangka Raya

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Gambaran umum etos kerja konselor menurut persepsi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palangka raya tahun 2015/2016; (2) Gambaran mutu layanan bimbingan dan konseling menurut persepsi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palangka raya tahun 2015/2016; dan (3) hubungan antara etos kerja dan mutu layanan bimbingan dan konseling pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palangka Raya tahun 2015/2016.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan di SMA N 1 Palangka Raya. Jumlah sampel penelitian ini adalah 60 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari s.d. Juni 2016. Data diperoleh dengan menggunakan angket/kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Korelasi Product moment, dilanjutkan dengan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Gambaran etos kerja konselor menurut perspesi siswa SMA N 1 Palangka Raya dapat dikatakan tinggi. Sebanyak 49 orang atau (81,66%) dalam kategori tinggi, sisanya sebanyak 17 siwa (18,33%) dalam kategori rendah. Melihat kondisi yang demikian dapat disimpulkan bahwa etos kerja konselor menurut persepsi siswa SMA N 1 Palangka Raya kelas XI dalam kategori baik; (2) mutu layanan konselor menurut persepsi siswa SMA N 1 Palangka Raya juga dapat dikatakan tinggi. Sebanyak 48 orang atau (80%) menjawab bahwa mutu layanan konseling di SMA N 1 Palangka raya dalam kategori tinggi, dan sisnya sebanyak 12 siwa (20%) menjawab mutu layanan konseling di SMA N 1 Palangka Raya dalam kategori rendah. Melihat kondisi yang demikian dapat disimpulkan bahwa mutu layanan konselor menurut perspesi siswa SMA N 1 Palangka Raya kelas XI dalam kategori baik; dan (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara etos kerja terhadap mutu layanan konselor menurut persepsi siswa SMA N 1 Palangka Raya. Hubungan etos kerja dan mutu layanan sebesar r = 0,96 tergolong tinggi. Koefisien determinasi (r2 = 0,94) berarti etos kerja memberi kontribusi sebesar 94% terhadap mutu layanan. Adapun sisanya sebesar 6% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti melalui penelitian ini, seperti kelengkapan saran dan prasaran, kompetensi konselor, tingkat pendidikan konselor, masa kerja konselor dan lain-lain.
Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo1
Mokhammad Firdaus2

1. Universitas Nusantara PGRI Kediri
ardhimardiyantoindra@unpkediri.ac.id dan 085740065428
2. Universitas Nusantara PGRI Kediri
m.firdaus@unpkediri.ac.id dan 081575854788

Abstrak
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pemain dari jumlah populasi 25 pemain. Teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Terdiri dari dua variabel independen, yakni : variabel manipulatip : metode latihan distributed practice dan massed practice, variabel atributip : motor ability baik dan kurang. Serta variabel dependen yakni tes kemampuan pukulan push. Teknik analisis data menggunakan ANAVA 2x2 dengan taraf signifikansi a = 0.05.
Hasil analisis penelitian disimpulkan hipotesis pertama dibuktikan dari hasil Fhitung = 73.51 > Ftabel = 4.11, berarti ada pengaruh yang signifikan antara kedua metode latihan. Hipotesis kedua dibuktikan dengan nilai Fhitung = 225.39 > Ftabel = 4.11, berarti ada peningkatan yang signifikan kemampuan pukulan push. Hipotesis ketiga dibuktikan dari hasil Fhitung 186.67 > Ftabel = 4.11, berarti ada pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan motor ability.
Slamet Santoso, M.Pd dan Arif Rohman Hakim, S.Or,. M.Pd
Email: ssantoso111285@gmail.com

ABSTRAK

Berdasarkan hasil beberapa observasi pada saat car free day dan menyusur ke kelurahan-kelurahan di kota Surakarta yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 3 januari hingga 14 Februari 2016 dari 500 orang warga Surakarta mulai dari anak-anak hingga remaja, 458 (91,6%) tidak bisa bermain egrang dan hanya 237 (47,4%) orang yang mengenal permainan tradisional egrang. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50% warga Surakarta khususnya anak-anak dan remaja kurang mengenal permainan tradisional khususnya egrang dan mayoritas anak-anak dan remaja (91,6%) tidak bisa bermain egrang. Melihat kondisi masyarakat Surakarta saat ini yang serba modern dan telah memudarnya beberapa permainan tradisional, kita sebagai masyarakat akademisi yang cinta budaya daerah merasa tergugah untuk melestarikan kembali permainan-permainan tradisional untuk mempertahankan kebudayaan kita yang hampir ditinggalkan oleh masyarakat saat ini, dengan demikian tentunya harus ada upaya untuk melestarikan permainan tradisional.
Hasil penelitian dan pengembangan yang berupa sebuah produk permainan sepak bola egrang untuk permainan tradisional egrang untuk masyarakat Kota Surakarta terdapat kekurangan, diantaranya: (1) model permainan sepak bola egrang menggunakan bola plastik yang diisi balon karet, karena terlalu tipis mudah bocor dan ringan., (2) egrang bambu masih dianggap berbahaya oleh masyarakat, sehingga perlu inovasi baru desain egrang yang menarik dan aman untuk digunakan.
Berdasarkan hasil penghitungan minat dan ketertarikan masyarakat pada produk pengembangan dari 100 masyarakat dilihat dari aspek psikomotorik, kognitif dan afektif didapatkan sebagian masyarakat berminat dan tertarik mengikuti pelatihan sepak bola egrang. Pengambilan data tentang minat/ketertarikan masyarakat pada model pengembangna sepak bola egrang juga didapat dari wawancara sederhana dan pengamatan. Dengan dilihat dari jawaban bahwa masyarakat bersedia atau meminta untuk dilakukan pelatihan lagi, juga dari antusias masyarakat dalam mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil penghitungan minat dan ketertarikan masyarakat pada produk pengembangan dari 100 masyarakat dilihat dari aspek afektif, kognitif dan psikomotor didapatkan hasil sebagai berikut: (1) dari 100 masyarakat yang memiliki tingkat kurang berminat/tertarik mengikuti pelatihan sepak bola egrang sebanyak 38 masyarakat yaitu 38%, (2) masyarakat yang berminat/tertarik mengikuti pelatihan sepak bola egrang sebanyak 95 masyarakat atau sekitar 62%.
Pratama Dharmika Nugraha
Ghon Lisdiantoro
Pratama.dharmika01@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan melakukan pengelolaan stres adalah mengarahkan stres agar bersifat positif yang dapat membantu myusun suatu stategi belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas di tahun Indonesia emas tidak dapat dilalui dengna cara yang instan. Guru serta orang tua sangat berperan dalam membantu siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Mampu memahami kondisi psikologis siswa serta mempu mengatasi masalah psikologi siswa juga suatu kemampuan yang perlu dimiliki guru dan orang tua. Sehingga dapat diterapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan akan diperoleh hasil belajar yang optimal untuk mempersiapakn generasi penerus di tahun Indonesia emas.
Rika Yuni Ambarsari1, Ninda Beny Asfuri2

Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
1rikaambarsari602@gmail.com, 2nindaarjuna@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui perbedaan pengaruh aplikasi model pembelajaran cooperative learning tipe make a match dan model pembelajaran cooperative learning tipe think pair share terhadap prestasi belajar IPA pada materi gaya, 2) Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang, dan rendah terhadap prestasi belajar IPA pada materi gaya, 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA pada materi gaya.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x3. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas V dalam tiga SD Negeri di kecamatan Colomadu. Teknik pengambilan sampel dengan dengan multi stagecluster random sampling. Penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu model pembelajaran, minat belajar siswa dan satu variabel terikat yaitu prestasi belajar IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji keseimbangan, uji prasyarat analisis, uji hipotesis dan uji komparasi ganda.
Hasil analisis penelitian disimpulkan hipotesis pertama dibuktikan dari hasil Fhit 15,4883 > Ftabel 4,07 maka H0A ditolak, Hal ini berarti ada perbedaan pengaruh prestasi belajar IPA siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match dan model pembelajaran cooperative learning tipe think pair share pada materi gaya. Hipotesis kedua dibuktikan dengan hasil Fhit 17,7281 > Ftabel 3,210 maka H0A ditolak. Hal ini berarti ada perbedaan pengaruh prestasi belajar IPA siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, minat belajar sedang, dan minat belajar rendah pada materi pokok gaya. Hipotesis ketiga dibuktikan dari hasil Fhit 2,3669 < Ftabel 3,210 maka H0A tidak ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA siswa pada materi gaya.

Karlina Dwijayanti 1
Rika Yuni Ambarsari 2

3. Universitas Tunas Pembanguna Surakarta
4. Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Abstrak
Penelitian yang digunakan penelitin adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan model survey penelitian tersebut hanya dilakukan pada satu sasaran (satu lokasi atau satu subjek) misalnya, meskipun penelitian dilakukan di beberapa lokasi(beberapa kelompok atau sejumlah pribadi). Yaitu dengan tahapan observasi, wawancara, dokumentasi, analisis data. Dalam studi kasus ini, penelitin menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling.Untuk penentuan sampel penelitian dilakukan dengan purposive karena sudah diketahui ciri-cirinya.
Hasil analisi penelitian didapatkan hasil bahwa 1. Perkembangn senam aerobik dikota Surakarta berkembang dengan baik dengan adanya wdah yang menaungi dalm olahraga sena aerobik yaitu FORMI, serta sudah banyak jenis senam aerobik yang ada diantaranya zumba, BL, poco-poco dll. 2. Keikut sertaan masyrakat dalam senam aerobik begitu didukung oleh masyrakat, salah satunya senam aerobik adalah alternatif olahraga yang bisa dilakukan untuk tetap meningkatkan hidup sehat, karena senam aerobik sangt mudah ditemui dimana-mana. 3. Perna pemerintah dalam mengembangkan senam aerobik yaitu dengan memberikan akses yang luas bagi masyrakat melakukan aktifitas senam aerobik di ruang terbuka publik, serta acara CFD dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta dalam hal lomba-lomba dan kegiatan pelatihan dalm senam aerobik untuk selalu menembangkan senam aerobik.
Detil Spesifik
Gambar Sampul
Lampiran
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
  Kembali ke sebelumnya